“Indonesia Bebas dari Korupsi, Kekerasan, dan Perusakan Lingkungan”
Rekening gendut pejabat Polri, mafia hukum ala Gayus, kriminalisasi KPK, korupsi anggota DPR, kekerasan dan pelecehan terhadap anak, perempuan, buruh (migran), kelompok LGBT dan petani, penistaan terhadap cara pandang agama tertentu, pembakaran gereja, penyegelan masjid dan aktivitas Ahmadiyah, eksplotasi tambang, hutan, wilayah pesisir dan kehancuran ekologi merupakan kado pahit 65 tahun “kemerdekaan” Indonesia. |
|
Selanjutnya...
|
|
 1-2 August 2010, Ayodya Resort, Bali, Indonesia
|
[Draft as of 21 June 2010]
|
 Dalam upaya advokasi hak-hak manusia, pada umumnya tidak banyak orang, bahkan mereka yang bergerak di bidang hak-hak manusia, yang mengetahui peran lembaga-lembaga internasional dan regional dalam memajukan hak-hak manusia. Lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), contohnya, didirikan dengan pertimbangan kemanusiaan dan berfungsi sebagai penetap standar sekaligus pemantau bagaimana Negara-negara anggotanya memenuhi berbagai standar hak-hak manusia. Oleh karena peran PBB tersebut, beserta dengan sistem yang telah dibangunnya untuk itu, banyak peluang terbuka bagi masyarakat sipil untuk mengambil bagian dalam upaya advokasi hak-hak manusia di dalam negeri melalui ranah antarbangsa. Pada pokoknya, peluang-peluang ini dapat membantu memastikan bahwa negara-negara anggota PBB, terutama mereka yang telah menjadi Negara Pihak dalam perjanjian hak-hak manusia internasional, menjalankan kewajibannya untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak manusia warga negaranya sendiri.
|
|
Selanjutnya...
|
 12th EU-NGO Forum on Human Rights Brussels, 12 & 13 July 2010 "EU Human Rights instruments and the Lisbon Treaty: State of play and way-forward" Last November, the Lisbon treaty came into force and brought substantial changes to the EU’s action in many ways. The Lisbon treaty strengthens the EU’s own commitment to human rights and confirms the promotion and protection of human rights as a key objective of the EU’s external action. Belgim and the European commission will dedicated the 12th Annual EU-NGO forum to the EU human rights instruments and the Lisbon Treaty, centering on the state of play and the way-forward. Four specific topics have been chosen to illustrated in a concrete manner the general theme of the forum in workshops. More information click this link:
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |