Peringati Migrant Day, SBMI Gelar Aksi Damai Menyuarakan 13 Tuntutan

Jakarta, LiputanBMI РMemperingati Hari Buruh Migran Internasional (International Migrant Day), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar aksi damai menyuarakan 13 tuntutan kepada pemerintah di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Aksi yang diikuti oleh ratusan masa ini terdiri dari seluruh perwakilan pengurus SBMI se-Indonesia dan didukung oleh Solidaritas Perempuan (SP), Human Right Working Group (HRWG), Jaringan Buruh Migran (JBM).

Titik kumpul aksi dimulai dari perempatan Patung Kuda sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian long march menuju gedung Istana Negara.

Aksi damai dibuka oleh ketua umum SBMI, Haryanto, kemudian diisi dengan orasi dari perwakilan pengurus SBMI daerah seluruh Indonesia. Selain itu, aksi juga dimeriahkan dengan pagelaran drama teater dari Solidaritas Perempuan yang berkisah tentang penganiayaan TKI di luar negeri.

Haryanto dalam orasinya menyampaikan, upaya pemerintah dalam mewujudkan perbaikan tata kelola migrasi terlihat dalam UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru disahkan pada Oktober 2017. Pembagian tugas dan wewenang yang proporsional antara pemerintah pusat dan daerah, pengurangan peran swasta dalam sistem penempatan, pembentukan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), peralihan pengelolaan jaminan sosial dari swasta ke negara, dan melibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi isu penting yang diatur dalam UU yang patut diapresiasi.

Berita dapat dibaca lebih lanjut disini.